Apa yang harus dilakukan setelah Kambing,Domba,Sapi Melahirkan?

Apa yang harus dilakukan setelah Kambing,Domba,Sapi Melahirkan?

Beberapa hari yang lalu saya menangani kasus domba yang baru melahirkan dengan kondisi anak yang sehat namun induknya mengalami penurunan nafsu makan. Menurut riwayat kasus penyakit, domba tersebut melahirkan 4 hari yang lalu dan sudah 3 hari tidak mau makan. Anggapan pemilih kejadian tersebut merupakan hal biasa namun penurunan nafsu makan terus berlanjut sampai hari ke 4 dan akhirnya pemilik memutuskan untuk menghubungi kami. Pada saat kami datang, tampak domba dengan kondisi lemah lesu, tidak ada diare, nafas cepat, suhu tubuh tinggi yang kesemuanya itu merupakan ciri adanya infeksi. Nah infeksi yang terjadi saat melahirkan merupakan hal yang sangat mungkin terjadi karena saat itu organ peranakan yang penuh luka kontak dengan lingkungan luar yang kotor. Jika penanganan tidak tepat maka keungkinan infeksi akan sangat besar.

Setelah Kambing Sapi Melahirkan
Nanah yang keluar dari rahim domba

Para pembaca sekalian, melahirkan atau dalam istilah ilmianya disebut Partus merupakan sebuah adalah proses yang berhubungan dengan pengeluaran calon ternak/ fetus dan ari-ari/ plasenta melalui saluran peranakan. Penanganan yang tepat pada saat partus dan setelah partus pada induk sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan proses reproduksi ternak selanjutnya atau kebuntingan berikutnya. Jika ada masalah saat partus namun tidak diselesaikan kemungkinan kebuntingan berikutnya akan tertunda atau bahkan bisa menyebabkan kematian induk jika infeksinya parah dan tidak tertangani.

Penyakit setelah melahirkan/ beranak/partus pada kambing/domba dan sapi

Banyak penyakit yang bisa menyerang setelah proses melahirkan namun yang umum adalah penyakit yang disebut endometritis. Endometritis ini pun ada yang membangi menjadi endometritis kronis dan akut, endometritis klinis dan sub klinis. Namun kita tidak perlu membahas semuanya secara detail kita cukup membahas seccara umum saja sesuai dengan kasus yang sedang kita ceritakan ini. Nah, pada kasus yang saya tangani ini kemungkinan besar adalah endometrits karena beberapa hari setelah penangan menurut peilik mulai muncul lendir sepeerti nanah yang keluar dari kelaminnya.

Endometritis secara sederhana dapat diartikan sebagai infeksi yang terjadi pada rahim yang umumnya disebabkan karena situasi yang memungkinkan bakteri masuk kesaluran peranakan yang bisa disebakan karen kontak secara langsung dengan kuman saat proses melahirkan meliputi distokia (kesulitan melahirkan karena ukuran bayi yang besar, salah posisi dll), retensio secundinae (ari-ari yang tidak keluar dan membusuk), kelahiran kembar dll. Nah , pada kasus endometritis ini gejalanya berfariasi tertangtung tingkat keparahan penyakit, mulai dari adanya leleran yang bau bercampur darah dan terkadang sudah ada nanah, ternak terlihat sakit bahkan sakit yang serius, demam tinggi, nafsu makan menurun, dan produksi susu yang menurun. Namun ada juga yang tidak menunjukan gejala sakiit dan hanya menunjukan penundaan masa birahi serta kegagalan terjadinya fertilisasi (tidak bisa bunting).

Kerugian Akibat Gangguan Reproduksi

Banyak kerugian akibat dari kasus endometritis ini diantaranya adalah jarak kelahiran yang lebih panjang, kerugian ekonomi karena tidak  menghasilkan cempe/pedet dan produksi susu pada kambing perah dan sapi perah yang menurun drastis, serta pada, peningkatan populasi terhambat, biaya pemeliharaan yang tinggi serta tidak jarang menyebabkan kematian. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap remeh masalah yang berhubungan dengan penanganan pasca melahirkan ini agar tidak menimbulkan kerugian bagi peternak karena inti dari proses beternak adalah penambahan populasi.

Meminimalisir kerugian

Lantas, bagaimana cara meminimalisir resiko kerugian ini? Menurut saya harus ada Standar Operasional Peternakan, yaitu tentang apa saja yang harus dilakukan ketika hewan itu lahir sehingga tidak sampai menyebabkan sakit. Bagaimanapun pencegahan lebih baik dari mengobati. Jika sudah terlanjur sakit maka butuh waktu dan biaya untuk menyembuhkan dan terkadang kebanyakan pengobatan tidak membuahkan hsil yang baik jika kondisinya sudah parah. Padahal dengan penanganan sederhada kita bisa meminimlisir resiko kerugian. Adapun hal yang harus diperhatikan dan dijadikan SOP saat hewan melahirkan adalah :

  1. Pastikan kandang bersih dan nyaman, bebas gangguan baik dari manusia maupun hewan lainnya
  2. Pastikan ari-ari atau plasenta sudah keluar maksimal 24 jam setelah partus
  3. Berikan treatment multivitamin untuk menguatkan stamina, antibiotik untuk mencegah infeksi serta kalsium untuk mencegah terjadinya kelumpuhan dan gejala kekurangan kalsium lainnya
  4. Pastikan cempe/ pedet meminum susu induknya

Kesimpulan

Akhirnya perlu dibuat SOP terkait penanganan kambing atau sapi sebelum dan sesudah melahirkan untuk meminimalisir penyakit reproduksi pada rahim atau uterus (metritis, endometritis dan piometra). Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa prosedur seperti pertolongan kelahiran dan inseminasi buatan yang higienis sehingga mengurangi kejadian luka atau trauma fisik yang akan menjadi faktor penyebab munculnya gangguan reproduksi, manajemen pakan yang baik  baik dari segi kualitas serta kuantitasnya sehingga dapat men-support kesehatan saluran peranakan. Selain itu, penerapan manajemen kesehatan yang baik seperti program pengobatan dan vaksinasi, kebersihan kandang dan lingkungan (sanitasi dan desinfeksi) sehingga dapat meminimalkan perkembangbiakan kuman penyebab penyakit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*