Bagaimana Memulai Beternak

Menjadi petani dan sekaligus peternak merupakan perpaduan yang sangat ideal karena kedua profesi ini dapat saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Sektor pertanian menyuplai pakan untuk sektor peternakan dalam bentuk hasil maupun limbah pertanian sedangkan sektor peternakan juga menyuplai pakan untuk sektor pertanian dalam bentuk pupuk untuk tumbuh kembang komoditas pertanian. Oleh karena itu, sebelum terjun ke bidang ini alangkah baiknya Anda tidak memilih salah satu akan tetapi langsung keduanya. Lantas apakah mungkin??

Bagaimana Memulai Usaha Peternakan
Bagaimana Memulai Usaha Peternakan

Para pembaca sekalian, seperti kita ketahui bersama akhir-akhir ini fluktuasi harga komoditas pertanian dan peternakan sangat mengkhawatirkan, terkadang bisa untung besar namun lebih sering boncos alias rugi. Banyak sudah cerita tentang petani ataupun peternak yang terpaksa menjual aset yang dimiliki hanya untuk bertahan hidup karena terus menerus ditimpa kerugian dalam menjalani usaha dikedua sektor ini. Padahal jika kita lihat lebih jauh, mana mungkin sektor yang merupakan penyokong kehidupan manusia ini bisa bangkrut, nyaatanya memang bisa dan banyak terjadi, lantas apa sebabnya? Buanyak… salah salah satu yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini adalah diversivikasi atau keanekaragaman usaha.

Apa nasehat para senior peternak?

Para pembaca sekalian, mengapa saya menyarankan untuk memadukan usaha peternakan dan pertanian secara bersamaan hal ini karena jika kita hanya berharap pada satu usaha saja maka kemungkinan oleng akan sangat besar diera yang serba tidak pasti ini. Hal berbeda jika kita mempunyai banyak pegangan, jika satu usaha kolaps maka masih ada usaha yang lain. Hal ini sebagaimana pepatah, “don’t put all your eggs in one basket” yang terjemahannya Jangan Menyimpan Telur di Dalam Satu Keranjang.  Pendapat ini juga dipegang oleh banyak peternak dan petani sukses, salah satu contohnya adalah Pak Bayu dari 76 Farm Yogyakarta yang merupakan peternak senior namun menurut beliau fokus penghasilan beliau justru bukan dari menjual ternak namun sisi lain dari usaha beternak itu sendiri seperti kotoran/ feces dan hasil pertanian berupa buah-buahan yang sengaja beliau tanam juga sebagai pemasok pakan ternaknya. Jadi penghasilan rutin beliau ya itu, hasil kebun dan hasil feces sehingga usaha beliau tidak mudah oleng karena banyak penyokongnya.

Menurut pak Bob Sadino, jika ingin mulai usaha langsung saja mulai, jangan banyak perhitungan yang biasanya karena kebanyakan perhitungan maka tidak akan jalan sebuah usaha karena kekhawatiran berlebih. Hm..hal ini memang ada benarnya, akan tetapi menurut saya itu dulu, dimana akses informasi masih sangat terbatas, sehingga seorang pengusaha sukses harus menempuh banyak kegagalan baru kemudian dari kegagalan tersebut dia belajar untuk membangun sebuah usaha yang sukses dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Namun, zaman sudah berubah, kita bisa sukses tanpa hrus melewati banyak kegagalan-kegalan karena hal tersebut bisa kita pelajari dari kegagalan orang lain yang banyak diceritakan dimedia baik secara langsung dengan bertanya kepada pelaku usaha, membaca biografi atau bisa juga melalui facebook maupun youtube (sumber referensi saya, hehe…). Nah, terkait topik usaha sektor peternakan dan pertanian ini, sudah banyak senior kita para peternak yang menyarankan bahwa “ jangan mulai ternak jika tidak punya lahan rumput”. Bagi pemula yang baru mulai usaha peternakan dan belum khatam nonton semua vidio peternakan di yotube dan membaca pengalaman peternak senior mungkin akan langsung menjawab “ ngapain punya lahan rumput, kita bisa beli, praktis, atau pakai limbah pertanian yang diolah menjadi pakan fermentasi”. Peryataan ini memang benar namun tidak sepenuhnya benar, buktinya para senior yang sudah sukses tidak melakukan hal tersebut… dan jika baru mulai saja kita sudah malas-malasan dan cenderung melakukan banyak pengeluaran maka tinggal tunggu saatnya kehabisan nafas dan akhirnya mati.

Tips memulai Usaha Ternak

Waduh, ini artikel ini jadi ‘ngalor-ngidul’ pembahasannya, tapi kesimpulannya adalah: jika anda mau mulai sebuah usaha peternakan :

  1. Jangan melakukan terlalu banyak pengeluaran, jangan terlalu bernafsu, tidak perlu kandang mewah, bibit galur murni, pakan super dll. Anda baru mulai, baru belajar, resiko gagal masih besar, mulai dari hal kecil dulu, seiring berjalan waktu semua bisa dikembangkan
  2. Banyak belajar, banyak bertanya, khatamkan vidio youtube dan siapkan catatan. Jangan nonton sambil tiduran atau nyambi ‘boker’ di jamban. Sediakan waktu untuk mencatat, bikin strategi, siapkan daftar pertanyaan yang belum anda pahami, coba cari jawababnya dengan browsing atau tanya langsung kepada para senior
  3. Siapkan lahan HMT terlebih dahulu, anda tidak akan rugi tanam pakan ternak. Jika pakannya sudah siap maka mulai pelihara sesuai kemapuan pakan yang anda miliki…
  4. Tetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam beternak agar meminimlisir resiko. Jangan sekali-kali meremahkan SOP. Contoh SOP : hewan yang tidak nafsu makan atau diare pada  pagi hari harus diterapi maksimal sebelum tengah hari. Atau SOP lainnya seperti : hewan setelah melahirkan harus dipastikan sudah keluar ari-ari 12-24 jam setelahnya dan dipastikan tidak ada yang tersisa dalam rahim.

Mungkin itu saja, curhatan hari ini 27 september 2020, sampai jumpa besok. Salam ternak…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*