Gumboro kembali merebak, Vaksin Hatchery efektif?

Ayam Gumboro
Ayam Gumboro

Merebak kasus Gumboro Merata di Pulau Jawa & Sumatra

Beberapa rekan peternak dan dokter hewan akhir-akhir ini sering update tentang kasus kematian ataupun hasil necropsi unggas yang terinfeksi gumboro. Kasusnya sepintas tampak terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari bulan-bulan sebelumnya yang salah satunya disebabkan adanya peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan ini

Para peternak sekalian, kita semua tentunya sudah paham bahwa penyakit gumboro (Infectious Bursal Diseases/IBD) merupakan salah satu penyakit yang bandel di broiler (ayam pedaging). Penyakit ini disebabkan oleh virus Infectious Bursal Diseases (IBD) dengan menunjukkan gejala demam, nafsu makan turun, pertumbuhan melambat, atau disertai dengan diare putih. Tingkat kematian flock yang terserang penyakit gumboro dapat mencapai 10 % di broiler. Kematian akan meningkat namun turun kembali dalam beberapa hari. Apabila dilakukan nekropsi atau bedah bangkai , perubahan yang dapat teramati yaitu umumnya adalah perdarahan pada otot paha, perdarahan pada bursa fabrisius, dan kebengkakan pada ginjal. Gejala dan perubahan tersebut hampir sama dengan penyakit IBH (Inclusion Body Hepatitis). Untuk itu perlu lebih diperhatikan lagi dalam mendiagnosis dan membedakan kedua penyakit tersebut.

Yang ditusuk jarum itu Bursa fabrisius

Virus penyebab gumboro sangat tahan terhadap lingkungan. Sulitnya mengontrol vektor atau serangga pembawanya (dark beetle) menyebabkan virus gumboro menjadi endemis di lingkungan farm. Hampir dipastikan DOC akan berinteraksi dengan virus ini pada saat masuk ke farm apabila farm tersebut mempunyai sejarah sering muncul kasus gumboro. Untuk itu, diperlukan program kontrol yang tepat untuk menghentikan siklusnya. Ada 3 program yang harus dilakukan untuk menghentikan siklus gumboro di lapangan, antara lain:

I. Sanitasi dan Biosekuriti

Pembersihan dan masa kosong kandang yang baik dan benar dapat mengurangi virus IBD di farm. Namun demikian, hal tersebut tidak serta merta dapat menghilangkan 100 % virus yang ada di farm. Serangga pembawa atau yang dikenal sebagai kutu frenky juga harus dibasmi karena kutu tersebut dapat membawa virus IBD. Sistem manajemen pemeliharaan yang baik seperti all in all out system, penggunaan litter yang baru, struktur kandang dan program desinfeksi yang tepat sangat penting untuk meminimalkan tantangan virus dari satu periode ke periode selanjutnya.

II. Kekebalan Asal Induk

Diperlukan kekebalan asal induk atau Maternal Derived Antibody (MDA) untuk mencegah infeksi bursa fabrisius di usia dua minggu pertama. Kekebalan ini dapat dicapai dari hasil program vaksinasi IBD killed pada induknya yang kemudian akan diturunkan ke anaknya. Tingkat MDA ini akan dimetabolisme seiring dengan pertumbuhan anak ayam dan pada suatu saat akan mencapai tingkat yang non-protektif dimana usia kerentanan tersebut tergantung pada :

  • Kuantitas awal MDA –> semakin tinggi dan seragam, semakin kuat dan semakin lama perlindungannya.
  • Tingkat tantangan dan keganasan virus IBD di farm –> semakin tinggi tantangan dan keganasan virus maka semakin pendek perlindungan MDA.

III. Kekebalan Aktif (Kekebalan Vaksin)

Nah, ini yang menarik. Umumnya banyak breeding yang menyebutkan bahwa ayam-ayamnya sudah divaksin saat di penetasan atau hactheri namun nyatanya masih juga kena Gumboro. koq bisa? Bisa saja…hal ini dikarenakan vakin yang diberikan dibawah umur 14 hari tidak akan efektif karena saat itu bursa fabrisius selaku organ yang bertanggung jawab dalam pembentukan antibodi belum terbentuk. Vaksin akan mulai efektif jika diberikan setelah umur 14 hari dan akan mulai protektif pada umur 21 hari karena butuh 7 hari bagi sel memori untuk mengenali antigen yang masuk.

Apa Upaya Pencegahan??

Tentu, vaksin gumboro bisa menjadi opsi jika dilakukan diatas umur 14 hari. Akan tetapi bagaimana mencegah gumboro yang umumnya masuk pada usia antara 7-21 hari? Tidak ada cara lain yaitu dengan biosecurity. Biosecurity seperti apa?

  • Minimalisisr lalulintas keluar masuk kandang terutama pihak-pihak yang dikhawatirkan bisa membawa bibit penyakit dari luar
  • Maksimalkan proses disinfeksi dan sanitasi. untuk gumboro baiknya gunakan preparat iodine
  • Maksimalkan bersih kandang sebelum ayam masuk. Waspadai kumbang frengky yang kerap kali menjadi pengantar virus ini masuk

Terima kasih, Semoga bermanfaat…

Kota Batu di Saat Hujan dan Gerhana matahari Cincin

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*